Ringkasan singkat: Menabung untuk resign dengan tenang membutuhkan dana darurat yang cukup menutup kebutuhan hidup pokok selama beberapa bulan tanpa penghasilan, disiapkan jauh-jauh hari sebelum keputusan resign diambil. Hitung pengeluaran bulanan wajib terlebih dulu sebagai dasar target menabung, bukan asal menabung tanpa perhitungan.
Resign tanpa pekerjaan baru di tangan adalah keputusan besar yang butuh persiapan finansial matang. Tanpa dana yang cukup, transisi ini bisa jadi sumber stres baru alih-alih kelegaan.
Kenapa Perlu Dana Khusus Sebelum Resign?
Proses mencari kerja baru bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan. Dana darurat resign berfungsi sebagai jaring pengaman selama masa transisi ini.
Cara Menghitung Kebutuhan Dana Resign
- Hitung total pengeluaran wajib bulanan, termasuk sewa/kos, makan, transportasi, dan cicilan jika ada
- Kalikan angka tersebut dengan perkiraan lama masa transisi yang realistis, sesuaikan dengan kondisi industri dan pengalaman kerja
- Tambahkan buffer untuk kebutuhan tidak terduga selama masa tanpa penghasilan
Cara Mulai Menabung untuk Tujuan Ini
- Sisihkan sebagian gaji secara rutin ke rekening terpisah khusus dana resign, bukan tercampur tabungan lain
- Kurangi pengeluaran non-esensial sementara waktu untuk mempercepat target dana terkumpul
- Cari penghasilan tambahan (side income) jika memungkinkan untuk mempercepat proses menabung
Hal yang Perlu Dipersiapkan Selain Dana
Selain dana, siapkan juga CV dan portofolio yang sudah diperbarui sebelum resign, agar proses mencari kerja baru bisa langsung dimulai tanpa menunggu terlalu lama setelah keluar dari kantor lama.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Resign?
Idealnya resign dilakukan setelah dana darurat resign sudah terkumpul sesuai target, bukan berdasarkan emosi sesaat. Pertimbangkan juga proses notice period sesuai kontrak kerja agar transisi berjalan profesional.
Mulai perbarui CV dari sekarang agar siap melamar kapan saja lewat BaruLulus.id/buat-cv.