Ringkasan singkat: Mengatur privasi media sosial saat sudah bekerja penting dilakukan untuk memisahkan kehidupan personal dan profesional, terutama karena rekan kerja, atasan, bahkan calon HRD di masa depan bisa dengan mudah menemukan akun pribadi. Gunakan pengaturan privasi platform, pisahkan akun jika perlu, dan pikirkan dua kali sebelum posting.
Begitu mulai bekerja, media sosial pribadi tidak lagi seratus persen "milik sendiri" — rekan kerja, atasan, bahkan klien bisa saja menemukannya. Mengatur privasi sejak awal membantu menghindari masalah di kemudian hari.
Kenapa Privasi Medsos Jadi Penting Saat Bekerja?
Konten yang dulu dianggap wajar saat masih kuliah bisa dinilai berbeda oleh rekan kerja atau atasan. Selain itu, banyak perusahaan dan HRD memang mengecek media sosial calon maupun karyawan sebagai bagian dari penilaian.
Langkah Praktis Mengatur Privasi
- Atur akun Instagram/TikTok pribadi ke mode privat jika isinya memang untuk kalangan terbatas
- Pisahkan akun profesional (misalnya LinkedIn) dan akun personal dengan fungsi yang jelas berbeda
- Cek ulang siapa saja yang bisa melihat postingan lama lewat fitur privasi masing-masing platform
- Hindari mencantumkan nama lengkap dan tempat kerja di akun yang isinya sangat personal
Apa yang Perlu Dipikirkan Sebelum Posting
Sebelum posting, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya nyaman kalau ini dilihat atasan atau klien?" Jika ragu, lebih baik tidak diposting atau disimpan di akun privat dengan audiens terbatas.
Bedanya Privat dan Aman
Akun privat bukan jaminan 100% aman, karena tangkapan layar (screenshot) tetap bisa disebarkan oleh follower yang disetujui. Prinsip paling aman tetap: jangan posting apa pun yang tidak siap dilihat orang di luar lingkaran dekat.
Sedang membangun personal branding profesional untuk karier? Yuk buat profil kerja kamu di BaruLulus.id/buat-cv.