Ringkasan singkat: Jejak digital yang profesional dibangun dengan konsisten menjaga apa yang diposting, dikomentari, dan dibagikan di internet, karena rekam jejak ini bisa diakses HRD, klien, bahkan atasan di masa depan. Fresh graduate perlu mulai audit dan mengelola jejak digitalnya sejak awal karier, bukan menunggu masalah muncul dulu.
Jejak digital adalah semua yang tertinggal dari aktivitas online seseorang — mulai dari postingan medsos, komentar di forum, hingga review yang pernah ditulis. Rekam jejak ini bisa memengaruhi peluang karier jangka panjang.
Kenapa Jejak Digital Penting untuk Karier?
Banyak HRD melakukan pengecekan digital sederhana lewat pencarian nama di internet sebelum atau setelah proses rekrutmen. Jejak digital yang berantakan bisa memengaruhi kesan pertama meski kualifikasi kerja sudah bagus.
Cara Melakukan Audit Jejak Digital Sendiri
- Cari nama lengkap sendiri di mesin pencari dan lihat apa yang muncul di halaman pertama
- Cek pengaturan privasi di semua akun media sosial yang masih aktif
- Hapus atau arsipkan postingan lama yang sudah tidak relevan dengan citra profesional saat ini
Kebiasaan yang Perlu Dijaga
- Hindari komentar kasar atau provokatif di media sosial publik, termasuk akun anonim
- Perhatikan foto profil dan bio di akun profesional seperti LinkedIn agar tetap rapi
- Pikirkan dampak jangka panjang sebelum membagikan opini sensitif secara terbuka
Membangun Jejak Digital yang Positif
Selain menghindari hal negatif, jejak digital juga bisa dibangun aktif lewat konten positif, misalnya membagikan pencapaian kerja yang relevan di LinkedIn atau mengikuti diskusi profesional di bidang yang digeluti.
Mulai bangun jejak digital profesional dengan membuat profil kerja rapi di BaruLulus.id/buat-cv.