Follow up lamaran kerja via WhatsApp ke HRD sebaiknya dilakukan dengan sopan, singkat, dan tidak berlebihan. Di tahun 2026, banyak HRD menggunakan WhatsApp untuk komunikasi awal, tetapi etika tetap menjadi kunci agar pesan Anda tidak dianggap mengganggu. Ringkasnya: tunggu 5–7 hari kerja setelah lamaran dikirim, gunakan bahasa formal, sertakan identitas dan posisi yang dilamar, serta hindari mengirim pesan berulang di luar jam kerja.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up?
Waktu terbaik adalah 5–7 hari kerja setelah Anda mengirim lamaran atau setelah wawancara. Jangan follow up pada hari yang sama atau di akhir pekan. Di tahun 2026, banyak perusahaan memiliki proses rekrutmen yang lebih cepat berkat otomatisasi, tetapi tetap beri ruang bagi HRD untuk memproses kandidat lain. Jika lowongan mencantumkan tenggat waktu, tunggu hingga 2–3 hari setelah tenggat tersebut sebelum menghubungi.
Hindari Follow Up Terlalu Dini
Mengirim pesan WhatsApp hanya beberapa jam setelah melamar dapat membuat Anda terlihat tidak sabar. HRD typically menerima puluhan hingga ratusan lamaran per posisi, sehingga membutuhkan waktu untuk menyortir. Bersabarlah minimal 5 hari kerja.
Perhatikan Jam Kerja
Kirim pesan pada jam kerja, yaitu Senin–Jumat pukul 09.00–16.00 WIB. Hindari mengirim pesan di luar jam tersebut, apalagi pada hari libur. Ini menunjukkan profesionalisme dan rasa hormat terhadap waktu pribadi HRD.
Format Pesan Follow Up yang Sopan
Gunakan struktur pesan yang jelas: salam, identitas diri (nama dan posisi yang dilamar), tujuan follow up, ucapan terima kasih, dan penutup. Berikut contoh singkat:
"Selamat pagi, Bapak/Ibu HRD. Saya [Nama], pelamar posisi [Posisi] dengan nomor lamaran [jika ada]. Saya ingin menanyakan perkembangan proses seleksi. Terima kasih atas perhatiannya."
Hindari penggunaan singkatan tidak formal seperti "otw", "gpp", atau emoji berlebihan. Gunakan bahasa Indonesia baku dan ejaan yang benar.
Jangan Mengirim Pesan Berulang
Jika dalam 7 hari belum ada balasan, Anda boleh mengirim satu pesan pengingat. Namun, jangan mengirim pesan setiap hari. Terlalu banyak follow up dapat merusak citra profesional Anda.
Sertakan Konteks yang Jelas
HRD mungkin mengelola banyak kandidat. Sertakan posisi yang dilamar dan tanggal melamar agar HRD mudah mengingat. Jika Anda memiliki nomor referensi atau ID lamaran, cantumkan juga.
Hal yang Harus Dihindari Saat Follow Up
Beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari: mengirim pesan di tengah malam, menggunakan nada menuntut ("Kapan saya dipanggil?"), mengirim pesan suara tanpa diminta, atau melampirkan file besar tanpa konfirmasi. Di tahun 2026, privasi data semakin diperhatikan, jadi jangan meminta informasi pribadi HRD atau mengirim dokumen sensitif melalui WhatsApp tanpa izin.
Jangan Memaksa atau Menuntut
Follow up bertujuan menanyakan perkembangan, bukan menekan HRD untuk segera memberikan keputusan. Gunakan kalimat seperti "Mohon informasi mengenai status lamaran saya" daripada "Saya butuh jawaban sekarang".
Hindari Mengirim Pesan di Luar Topik
Jangan menanyakan hal-hal di luar rekrutmen, seperti gaji atau fasilitas, pada follow up pertama. Fokus pada status lamaran. Pertanyaan tentang kompensasi sebaiknya diajukan saat tahap wawancara atau negosiasi.
Contoh Pesan Follow Up yang Efektif
Berikut contoh pesan yang bisa Anda gunakan:
Follow up setelah melamar:
"Selamat siang, Bapak/Ibu HRD. Saya [Nama], pelamar posisi [Posisi] yang mengirim lamaran pada [tanggal]. Saya ingin menanyakan apakah lamaran saya sudah diterima dan bagaimana proses selanjutnya. Terima kasih."
Follow up setelah wawancara:
"Selamat pagi, Bapak/Ibu HRD. Saya [Nama], kandidat posisi [Posisi] yang mengikuti wawancara pada [tanggal]. Saya ingin menanyakan perkembangan hasil wawancara. Terima kasih atas waktunya."
Manfaatkan Fitur BaruLulus.id untuk Persiapan Karir
Selain memahami etika follow up, pastikan lamaran Anda sudah optimal. Buat CV profesional dan menarik dengan CV Builder BaruLulus.id yang dilengkapi template ATS-friendly. Anda juga bisa bergabung dengan Talent Pool BaruLulus.id untuk meningkatkan visibilitas di hadapan perekrut. Jika ingin konsultasi lebih lanjut, kunjungi layanan WhatsApp BaruLulus.id.
Butuh bantuan follow up? Gunakan fitur Buat CV di BaruLulus.id untuk memastikan CV Anda siap sebelum menghubungi HRD. Dapatkan juga tips interview eksklusif dengan berlangganan WhatsApp.