Ringkasan singkat: Evaluasi 3 bulan pertama kerja penting dilakukan setelah masa probation berakhir, dengan menilai kecocokan pekerjaan, budaya kantor, beban kerja, dan perkembangan skill. Gunakan pertanyaan reflektif, bukan sekadar perasaan sesaat, agar keputusan lanjut atau resign lebih objektif.
Tiga bulan adalah titik krusial karena biasanya bertepatan dengan akhir masa probation. Ini waktu yang tepat untuk jujur menilai apakah pekerjaan ini cocok, bukan hanya bertahan karena sudah terlanjur masuk.
Apakah Pekerjaan Sesuai Ekspektasi Awal?
Bandingkan deskripsi kerja saat interview dengan kenyataan sehari-hari. Kalau tugas yang dikerjakan jauh berbeda dari yang dijanjikan tanpa alasan jelas, ini layak dipertanyakan ke atasan langsung.
Apakah Skill Bertambah dalam 3 Bulan Ini?
Coba tuliskan minimal 3 hal baru yang dikuasai sejak hari pertama. Kalau daftar itu kosong, kemungkinan besar posisi ini tidak memberi ruang belajar yang cukup untuk fresh graduate.
Bagaimana Hubungan dengan Atasan dan Rekan Kerja?
Komunikasi yang sehat dengan tim jadi indikator penting betah tidaknya seseorang di kantor. Perhatikan apakah feedback dari atasan konstruktif atau justru membuat cemas berlebihan setiap hari.
Apakah Beban Kerja Realistis?
Lembur sesekali karena deadline itu wajar, tapi lembur terus-menerus tanpa kompensasi jelas adalah tanda beban kerja tidak seimbang. Cek juga apakah waktu istirahat dan cuti bisa diambil tanpa rasa bersalah.
Apa Langkah Selanjutnya?
- Jika sebagian besar jawaban positif, fokus buat rencana pengembangan 6 bulan ke depan bersama atasan
- Jika banyak jawaban negatif, mulai diam-diam update CV dan pantau peluang lain
- Diskusikan kekhawatiran secara profesional ke HR atau atasan sebelum memutuskan resign
Kalau hasil evaluasi menunjukkan sudah waktunya cari peluang baru, mulai update profil dan BaruLulus.id/buat-cv — biar siap melamar kapan saja.